Deskripsi isi Artikel Non-fiksi Ibu adalah seorang ratu yang tidak bermahkota, tapi bertelapak kaki surga.( P. Arbi Y, 12 agustus 2021). Burung pagi bernyanyi kau telah pergi berkebun, Embunya dipagi hari membungkus tulang kering mu. Kau memikul noken-noken besar dan kau pergi untuk jual hasil panenan-mu, untuk menunjang sekolah ku.( Roy Kombian, lyrick;2016). Di waktu kecil, kau tidak tergangu dengan perilaku tidak wajar, seperti buang air kecil dan besar saat kau sedang makan. memeluk ku dengan kasih sayang, saat meminta susuatu dengan bahasa air mata(menangis). Orang lain melihat mu, marah kepada ku tapi mereka belum tahu, diladam kemarahan mu mengandung pesan mendidik hidup ku, aku bersukur memiliki mu mama. Saat bergegas jual hasil panenan kebun di dusun desa, kau duduki aku di antara noken-noken besar yang kau pikul, aku menghitung barisan dan tumpukan itu sambil bermain. kau menahan panas mentari yang begitu mengila, ku amati pakaian sobek-sobekan mu yang kau k...