Skip to main content

(OAP) Sebelum dan Sesudah Indonesia

Orang Asli Papua Sebelum Dan Sesudah     Indonesia 

               oleh E. Yonda

Sebelum negara Indonesia ada orang asli Papua sudah ada di atas tanah dan negeri mereka, begitu pula orang Indonesia lain juga  hidup di atas tanah dan negeri mereka, dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa.

Sejak dahulu nenek moyang orang asli Papua tidak pernah mati karena kelaparan, 
tidak pernah mati karena penyakit,
tidak pernah mati karena bodoh, 
tidak pernah mati karena OPM.

Mereka hidup tanpa bantuan Otonomi khusus, mereka hidup tanpa bantuan beras raskin, mereka hidup tanpa bantuan dana Bandes, mereka hidup tanpa pemekaran kabupaten, mereka hidup tanpa pemekaran distrik-distrik
mereka hidup tanpa bantuan siapapun.
 
Mereka hidup karena mereka bekerja, mereka hidup karena mereka saling menghormati, mereka memiliki nilai sosial yang tinggi,  "orang asli Papua adalah orang-orang  kaya, tidak bergantung kepada orang lain, mempunyai sejarah sendiri, Hidup dengan tertip dengan tatanan budaya yang teratur, tidak pernah diperintah oleh orang lain. Penduduk asli Papua adalah orang-orang mereka dan berdaulat atas hidup dan hak kepemilikan tanah dan hutan yang jelas secara turun temurun. Orang asli Papua sudah ada di tanah ini (Papua) sebelum namanya Indonesia lahir."(SOCRATES S.YOMAN:2012/Hal;19). Mereka hidup karena Tuhan memberkati mereka, mereka hidup karena Tuhan pelihara mereka, mereka hidup karena mereka menjaga tanah dan negeri mereka, mereka  hidup mandiri , mereka adalah orang asli Papua.

Setelah wajah Indonesia Munjul di Papua,  Orang asli Papua mengalami perubahan yang luar biasa dalam hal kejahatan terjadi dimana-mana perampasan sumber daya alam, dimanjakan dengan indomi sedap, direndahkan secara kebijakan, dilecehkan di depan umum, kesempatan tertutup bagi orang asli Papua, dicacatkan secara mental, Indonesia pintar menanamkan nilai-nilai ketakutan dengan kehadiran TNI/POLRI.  TNI POLRI cerdas bersembunyi dibalik stikma separatis, terlebih menghilangkan nilai gotong royong, nilai sosial, nilai kultural, nilai moral, nilai keagamaan, nilai kemajemukan tidak lagi mengalir di dara orang asli Papua.

Semua ini adalah kebenaran dan fakta yang dikaji dan diamati oleh penulis dan menyampaikan dengan cara yang elegal,sopan,damai,kritis, dan bermartabat melalui Tulisan.

Comments

Popular posts from this blog

Pikiran Gusdur:Hak pendidikan dan karakter

                                                       Oleh: Evis Yoman Berdasarkan...... ”prinsip penyelenggaraan pendidikan BAB III pasal 4 (1) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa”. Maka setiap warga negara dari sabang sampai merauke memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, adil atau setara tanpa diskriminatif dan menghidupkan nilai-nilai yang dihanut oleh bangsa ini sebelum negara repoblik indonesia terbentuk  sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.  Menurut gusdur “Pendidikan yang selama ini mengedepankan ranah kognisi (pengetahuan) belaka harus diubah melalui penyeimbangan pengetahuan dengan sikap dan keterampilan. Hal ini bertujun agar pendidikan mampu melah...