Skip to main content

"KALO KO KEPALA MAKAN PINANG KO HARUS TAHU"


Hi.... ko tahu kah tra

Sa tingal di negeri yang hanya ada dua musim ini. sa rumah tu diapit oleh gedung TK mutiara insani dan Tempat tingal tetangga yang pekerja keras itu, Terbayangkan ?

Didepan sa rumah sa tanam bunga yang selalu sa siram siram setiap pagi. itulah yang memberi udara segar O2 dan sejuk sekali kolo berjalan di antara tanaman yang sempit itu.


Sesering kali sa sempatkan waktu untuk kunjungi pohon yang tinggi dekat dengan mesjid besar yang sudah jadi alaram  Bagun dari tidur.

Sa selalu minta ijin untuk ambil setumpuk buah sombong itu kepada pemilik Nya. 

Hampir hampir sa ditampar dengan sebuah pertanyaan?  dari orang banyak tentang hal yang sama. sa tanya-tanya?? jangan -jangan ini penting. 

Yang mereka Tanya?
Kenapa makan buah keras itu?
kenapa menjadi merah?
apa manfaatnya?

 Sa hanya diam dan senjum bukan karena belum bisa jelaskan tapi waktu tidak cukup untuk memberikan penyelasan yang menarik tentang nya.    

Buah keras itu adalah pinang atau zaman saat ini sebutnya buah sombong. Saat kunya warna jadi merah karena adanya kapur mengandung Kalsium oksida (CaO) terurai dengan kandungan air yang ada pada buah pinang dan sirih (H2O. dan mulut kita berperan sebagai alat atau tempat untuk Zat A & B bereaksi. reaksi: Kalium oksida + air ------> kalium hidroksida.

Reaksi : CaO+ H2O -------> Ca(OH)2  

Adanya warna merah saat kunya pinang menunjukkan kalium hidroksida (Ca(OH)2. Perubahan ini disebut perubahan kimia karena kapur bereaksi dengan air menghasilkan zat baru yaitu kalium hidroksida. 

Manfaat buah sombong itu memperkuat pertahanan gigi dan aktifkan saraf di bagian depan muka juga terhadap saraf lain.

Sumber: 
Science.com, Surakuti 2081,





Comments

Popular posts from this blog

Pikiran Gusdur:Hak pendidikan dan karakter

                                                       Oleh: Evis Yoman Berdasarkan...... ”prinsip penyelenggaraan pendidikan BAB III pasal 4 (1) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa”. Maka setiap warga negara dari sabang sampai merauke memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, adil atau setara tanpa diskriminatif dan menghidupkan nilai-nilai yang dihanut oleh bangsa ini sebelum negara repoblik indonesia terbentuk  sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.  Menurut gusdur “Pendidikan yang selama ini mengedepankan ranah kognisi (pengetahuan) belaka harus diubah melalui penyeimbangan pengetahuan dengan sikap dan keterampilan. Hal ini bertujun agar pendidikan mampu melah...